Ir. Slamet Handoyo, “nelayan pasuruan harus menjaga sumberdaya alam”

Ir. Slamet Handoyo, “nelayan pasuruan harus menjaga sumberdaya alam”

Mayoritas nelayan tradisional di Kabupaten Pasuruan masih menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Peraturan mengenai alat tangkap itu tercantum dalam Permen KP No 2 th 2015, tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat nelayan Pasuruan, maka Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan BBPI Semarang, menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi nelayan Kabupaten Pasuruan selama 4 hari di BBPI semarang, terhitung mulai tanggal 16 sampai 19 Mei 2017.

“Kegiatan bimtek ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun, dari 4 tahun terahir, untuk meningkatkan SDM nelayan kabupaten Pasuruan, agar nelayan mampu menangkap ikan serta menjaga kelestarian alam” ungkap Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Ir. Slamet Nurhandoyo dalam sambutannya, Semarang, Rabu (16/5/17).

Bimtek yang diikuti oleh 30 nelayan Pasuruan tersebut, selain untuk meningkatkan SDM nelayan, BBPI juga akan mengenalkan alat tangkap ramah lingkungan yang ada di BBPI Semarang dengan praktek di lapangan, seperti yang diungkapkan oleh Kepala BBPI Semarang Bapak Ir. Wahid, M.Si “disini nantinya selain bimbingan teknis, para nelayan juga akan mengenal alat tangkap ramah lingkungan yang kita punya”.

Prev Ditpolair Polda Jateng Gelar Latkatpuan di BBPI
Next Perdalam Materi, Mahasiswa PSP UNDIP Praktek Lapangan ke BBPI

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Comment