Kunjungan Kerja Ibu Susi Pudjiastuti di BBPI Semarang

Kunjungan Kerja Ibu Susi Pudjiastuti di BBPI Semarang

Rabu 20 september 2017 bertempat di Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, anggota komisi IV DPR RI, dan Muspida setempat, memberikan sebayak 690 paket bantuan alat penangkapan ikan ramah lingkungan kepada nelayan Pantai Utara (Pantura) di Provinsi Jawa Tengah.

IMG_1488

Paket alat penangkapan ikan ramah lingkungan tersebut berupa jaring insang (gillnet milenium) permukaan, jaring insang (gillnet milenium) dasar, dan bubu lipat rajungan tipe kubah, yang langsung diserahkan untuk Kota Semarang sebanyak 91 paket; Kabupaten Batang 30 paket; Kabupaten Demak 3 paket; Kabupaten Jepara 211 paket; Kabupaten Kendal 36 paket; Kabupaten Brebes 67 paket; Kabupaten Pekalongan 25 paket; Kabupaten Pemalang 125 paket; Kabupaten Rembang 67 paket; Kota Tegal 31 paket; dan Kab. Tegal sebanyak 4 Paket.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Susi mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk bantuan pemerintah terhadap nelayan, bantuan pemerintah ini sangat membantu nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan dan memberikan solusi pengganti alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan, dan ditargetkan akhir tahun ini nelayan sudah menerima dan mengganti alat tangkap yang mereka gunakan dengan alat tangkap ramah lingkungan.

IMG_1587

“itu bukti bahwa pemerintah memperhatikan dan memastikan perlingdungan kepada nelayan, pemerintah melakukan pelarangan bukan untuk mematikan mata pencarian, tapi untuk mengalihkan penggunaan alat tangkap saja” terangnya usai penyerahan simbolis bantuan API kepada nelayan.

“kalau bukan kita yang menjaga laut kita ? lalu siapa lagi ? jika kita mau menjaga laut, maka laut akan memberikan yang terbaik untuk kita” tegasnya.

Selain acara pemberian bantuan, Menteri Susi juga menyerahkan secara simbolis klaim asuransi nelayan dengan total klaim mencapai Rp1,2 miliar, adapun nilai manfaat santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp200 juta apabila meninggal dunia, Rp100 juta apabila mengalami cacat tetap, dan Rp20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp100 juta, dan biaya pengobatan Rp20 juta.

IMG_1625

Sebagai langkah nyata pemerintah tidak mempersulit para nelayan kecil, Menteri Susi telah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bahwa kapal berukuran dibawah 10 GT tidak memerlukan izin apapun ketika melaut, dengan syarat tidak menggunakan cantrang. Diharapkan para nelayan memanfaatkan sebaik-baiknya masa transisi untuk mengganti cantrang dengan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan, sebagai salah satu cara peningkatan kesejahteraan nelayan dengan pembangunan usaha perikanan berkelanjutan.

Prev Kunjungan “HIMASPAL” dan para “MABA”
Next Mengenalkan VMA dalam Rakornas 2017

About Author

inung

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Comment